CATATAN PERJALANAN

Dengarkan dulu, lalu sampaikan posisi Anda

Tiga langkah untuk menjaga percakapan bisnis tetap jelas saat kebutuhan kedua pihak berbeda.

2 menit baca · Ruang refleksi

Perbedaan bukan akhir percakapan

Dalam komunikasi bisnis, dua pihak dapat memiliki kebutuhan dan batasan yang berbeda. Ketika diskusi menjadi terburu-buru, kita mungkin menyiapkan jawaban sebelum memahami alasan di balik permintaan lawan bicara.

Mendengarkan secara aktif memberi ruang untuk memahami konteks. Ini tidak berarti Anda harus menyetujui semua permintaan. Anda sedang mengumpulkan informasi agar respons yang diberikan relevan.

1. Perjelas kebutuhan

Gunakan pertanyaan yang spesifik dan terbuka. “Apa yang paling penting untuk Anda dari perubahan ini?” dapat membantu mengungkap prioritas. “Bagian mana yang perlu selesai lebih dulu?” membantu memisahkan kebutuhan utama dari rincian.

Hindari mengasumsikan maksud pihak lain. Bila penjelasannya belum jelas, mintalah contoh atau konteks tambahan sebelum menyimpulkan.

2. Rangkum pemahaman

Sebelum menyampaikan posisi, rangkum inti yang Anda dengar. Misalnya: “Jadi, kebutuhan utamanya adalah kepastian waktu pengiriman agar tim dapat menyiapkan peluncuran. Apakah saya memahami dengan tepat?”

Rangkuman memberi kesempatan bagi lawan bicara untuk memperbaiki pemahaman Anda. Percakapan dapat bergerak dari asumsi menuju informasi yang lebih jelas.

3. Jelaskan posisi dan pilihan

Sampaikan posisi Anda dengan alasan yang dapat dipahami. Pisahkan fakta, batasan, dan usulan. Contohnya: “Tim kami membutuhkan dua hari untuk pemeriksaan akhir. Kami dapat mengirim bagian pertama pada Rabu, lalu sisanya pada Jumat.”

Bila belum ada solusi, nyatakan informasi yang masih perlu diperiksa dan kapan percakapan dapat dilanjutkan. Jangan menjanjikan hal yang belum dapat dipastikan.

Latihan untuk percakapan berikutnya

Pilih satu situasi kerja yang membutuhkan kesepahaman. Tuliskan satu pertanyaan untuk memperjelas kebutuhan, satu kalimat untuk merangkum pemahaman, dan satu kalimat untuk menyampaikan posisi.

Pada akhir diskusi, rangkum keputusan, penanggung jawab, serta langkah selanjutnya. Kesepahaman menjadi lebih berguna ketika kedua pihak mengetahui apa yang akan dilakukan setelah percakapan selesai.

← Kembali ke jurnalJelajahi program ↗